October 3, 2023

Cara Mengatasi Konflik dengan Bijak – Manfaatcaramengatasi.com

Pengertian Konflik

$PengertianKonflik$

Konflik adalah situasi di mana terdapat benturan kepentingan atau perbedaan pendapat antara dua pihak atau lebih. Dalam konteks sosial, konflik sering kali terjadi sebagai akibat dari perbedaan pandangan, nilai, atau tujuan antara individu, kelompok, atau bahkan negara. Konflik dapat muncul dalam berbagai bentuk seperti konflik sosial, konflik politik, konflik agama, konflik ekonomi, dan sebagainya.

Konflik dapat timbul akibat adanya ketidaksepahaman, ketidakpuasan, atau persoalan-persoalan yang belum terselesaikan. Konflik juga bisa berkaitan dengan perebutan sumber daya, kekuasaan, atau perbedaan kepentingan di antara pihak-pihak yang terlibat. Dalam beberapa kasus, konflik dapat mencapai tingkat yang serius dan mengancam stabilitas dan keamanan suatu masyarakat atau negara.

Mengatasi konflik merupakan hal yang penting untuk mencapai perdamaian dan harmoni dalam masyarakat. Cara mengatasi konflik dapat dilakukan dengan berbagai strategi, baik melalui pendekatan politik, hukum, maupun pendekatan sosial dan budaya.

Faktor Penyebab Konflik

$FaktorPenyebabKonflik$

Konflik dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Faktor-faktor penyebab konflik antara lain:

  1. Ketidakadilan sosial: Ketimpangan dalam distribusi kekayaan, pendidikan, akses terhadap layanan publik, dan kesempatan kerja seringkali menjadi penyebab konflik. Ketidakadilan sosial dapat menciptakan ketegangan dan ketidakpuasan di masyarakat.
  2. Perbedaan agama dan budaya: Perbedaan keyakinan, nilai, atau adat istiadat antara individu atau kelompok dapat menimbulkan konflik. Konflik agama misalnya dapat terjadi akibat ketidaktoleranan antar umat beragama atau pemahaman yang berbeda tentang ajaran agama.
  3. Perebutan kekuasaan: Persaingan politik dan perebutan kekuasaan seringkali menjadi sumber konflik dalam negara. Ketidakpuasan terhadap pemerintah atau sistem politik yang dianggap tidak adil dapat memicu konflik politik.
  4. Tuntutan hak-hak asasi manusia: Ketidakpuasan terhadap pelanggaran hak-hak asasi manusia seperti diskriminasi, penindasan, atau kekerasan dapat memicu konflik. Konflik etnis atau konflik rasial misalnya biasanya bermula dari ketidakpuasan terhadap perlakuan yang tidak adil terhadap kelompok tertentu.
  5. Persaingan sumber daya: Persaingan dalam mengakses atau mengontrol sumber daya seperti tanah, air, atau energi dapat memicu konflik. Konflik sumber daya seringkali terjadi di daerah-daerah pedesaan yang kaya akan sumber daya alam.

Memahami faktor-faktor penyebab konflik dapat membantu dalam merumuskan strategi untuk mengatasi konflik tersebut. Dalam praktiknya, penyelesaian konflik seringkali melibatkan berbagai pihak yang terlibat, termasuk individu, kelompok masyarakat, pemerintah, dan lembaga-lembaga terkait lainnya.

Faktor Penyebab Konflik


perbedaan nilai

Salah satu faktor penyebab terjadinya konflik adalah perbedaan nilai. Setiap individu atau kelompok memiliki nilai-nilai yang menjadi pijakan dalam bertindak dan berpikir. Nilai-nilai tersebut seringkali berbeda antara satu individu atau kelompok dengan yang lainnya. Perbedaan nilai ini bisa menjadi pemicu konflik, terutama jika nilai-nilai tersebut bertentangan secara fundamental.

Perbedaan nilai dapat terjadi di berbagai level, seperti perbedaan agama, etnis, budaya, atau bahkan perbedaan pandangan politik. Misalnya, konflik antara dua kelompok agama yang memiliki keyakinan yang berbeda atau konflik antara dua suku yang memiliki adat istiadat dan budaya yang berbeda. Ketika perbedaan nilai tersebut dianggap sangat penting dan tidak dapat diterima, konflik pun bisa terjadi.

Perbedaan nilai juga bisa muncul dalam hal kepentingan. Setiap individu atau kelompok memiliki kepentingan atau kebutuhan yang berbeda-beda. Ketika kepentingan-kepentingan tersebut bertentangan atau saling mengancam, konflik dapat terjadi. Misalnya, konflik antara petani dengan perusahaan tambang yang ingin mengambil lahan pertanian untuk kepentingan bisnisnya.

Sejalan dengan itu, perbedaan tujuan juga bisa menyebabkan konflik. Setiap individu atau kelompok memiliki tujuan yang ingin dicapai dalam suatu situasi atau permasalahan. Konflik dapat terjadi jika tujuan-tujuan tersebut saling bertentangan atau jika satu pihak menghalangi pencapaian tujuan pihak lain. Misalnya, konflik antara pemerintah dan kelompok masyarakat yang memiliki tujuan yang berbeda terkait penggunaan sumber daya alam.

Perbedaan nilai, kepentingan, dan tujuan ini bisa muncul dalam berbagai konteks, baik itu dalam kehidupan sosial, politik, ekonomi, maupun budaya. Konflik yang muncul akibat perbedaan-perbedaan ini dapat berdampak negatif bagi masyarakat, seperti kerusuhan, kekerasan, atau hancurnya tatanan sosial. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenal dan mengatasi konflik dengan bijak, dengan mengedepankan dialog, saling pengertian, dan mencari solusi yang adil bagi semua pihak terlibat.

Dampak Konflik

menyelesaikan konflik

Konflik dapat memiliki dampak yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam konteks masyarakat Indonesia, konflik sering kali muncul akibat perbedaan pendapat, suku, agama, dan ras. Meskipun konflik seringkali dianggap sebagai sesuatu yang negatif, namun konflik juga dapat memberikan kesempatan untuk perubahan dan pertumbuhan. Dalam artikel ini, kita akan membahas dampak-dampak konflik di Indonesia dan bagaimana cara mengatasi konflik tersebut.

Dampak Sosial

dampak sosial konflik

Konflik sosial di Indonesia dapat mempengaruhi hubungan antarindividu, kelompok, atau bahkan antarwilayah. Konflik antarindividu dapat menghancurkan kepercayaan dan mengganggu hubungan personal. Hal ini dapat menjaga individu dan kelompok terjebak dalam siklus konflik yang tak berujung.

Terlebih lagi, konflik antarwilayah atau suku dapat mengarah pada perpecahan dan segregasi. Hal ini memicu terjadinya diskriminasi, ketidakadilan, dan ketegangan antara kelompok-kelompok yang terlibat dalam konflik tersebut. Dampaknya dapat meluas hingga terjadi pembakaran rumah, pengungsi, dan bahkan korban jiwa.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mencari cara mengatasi konflik secara efektif untuk mencegah dampak sosial yang merugikan bagi individu dan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Dampak Ekonomi

dampak ekonomi konflik

Konflik juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Indonesia. Negara yang mengalami konflik akan mengalami kerugian dalam berbagai sektor ekonomi seperti pariwisata, investasi, perdagangan, dan infrastruktur. Para investor akan enggan menanamkan modalnya di daerah yang terkena dampak konflik karena ketidakpastian yang ditimbulkan.

Dampak konflik terhadap infrastruktur juga dapat merugikan masyarakat secara langsung maupun tidak langsung. Fasilitas umum seperti jalan, jembatan, dan gedung publik dapat rusak akibat konflik, menyebabkan gangguan dalam mobilitas dan kualitas hidup masyarakat setempat. Selain itu, sektor pertanian dan peternakan juga dapat terganggu, mengakibatkan kelangkaan pangan dan kerugian ekonomi bagi petani dan peternak.

Untuk itu, penyelesaian konflik secara mendalam dan berkelanjutan menjadi sangat penting untuk meminimalisir dampak ekonomi yang merugikan.

Dampak Psikologis

dampak psikologis konflik

Dalam konteks psikologi, konflik dapat meninggalkan dampak jangka panjang yang signifikan pada individu yang terlibat. Baik itu korban langsung, saksi, atau bahkan pelaku, konflik dapat memicu trauma, kecemasan, stres, dan depresi. Dampak psikologis seperti ini dapat mengganggu kesehatan mental individu dan mempengaruhi kualitas hidupnya.

Dampak psikologis konflik juga terlihat pada anak-anak yang terkena dampak konflik. Mereka mungkin mengalami gangguan emosi, psikologis, dan sosial akibat kehilangan orangtua atau rumah, atau dari pengalaman yang menakutkan dan traumatis selama konflik.

Maka dari itu, penting bagi masyarakat, pemerintah, dan pihak terkait untuk memberikan dukungan dan akses ke layanan kesehatan mental bagi individu dan komunitas yang terkena dampak konflik.

Komunikasi Efektif


Komunikasi Efektif

Komunikasi efektif merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengatasi konflik. Dalam konteks konflik, kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik dan efektif sangat diperlukan. Hal ini akan membantu pihak-pihak yang terlibat dalam konflik untuk saling memahami dan mendengarkan satu sama lain. Dengan berkomunikasi secara efektif, pihak-pihak yang terlibat dalam konflik dapat mendiskusikan masalah mereka dengan lebih baik dan mencari solusi yang tepat.

Mencari Titik Kesamaan


Mencari Titik Kesamaan

Salah satu cara lain yang dapat digunakan untuk mengatasi konflik adalah dengan mencari titik kesamaan. Dalam setiap konflik, pasti terdapat beberapa titik kesamaan antara pihak-pihak yang terlibat. Dengan mencari titik kesamaan, pihak-pihak tersebut dapat membangun kedekatan dan pemahaman yang lebih baik satu sama lain. Hal ini juga dapat membantu mereka dalam mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan dan mengakhiri konflik dengan damai.

Mencari Solusi Bersama


Mencari Solusi Bersama

Untuk mengatasi konflik, penting bagi pihak-pihak yang terlibat untuk mencari solusi bersama. Ini berarti bahwa mereka harus bekerja sama dan berkolaborasi untuk menemukan solusi yang dapat diterima oleh semua pihak. Dalam mencari solusi bersama, pihak-pihak tersebut harus terbuka untuk mendiskusikan ide-ide mereka dengan terbuka dan menerima masukan dari pihak lain. Dengan cara ini, mereka dapat mencapai solusi yang lebih baik dan mengakhiri konflik secara adil.

Mengedepankan Empati dan Pengertian


Mengedepankan Empati dan Pengertian

Salah satu aspek penting dalam mengatasi konflik adalah dengan mengedepankan empati dan pengertian. Pihak-pihak yang terlibat dalam konflik harus berusaha untuk memahami perasaan dan pandangan pihak lain. Dengan menjadi lebih empati dan memahami, mereka dapat membangun hubungan yang lebih baik dan mencari solusi yang dapat diterima oleh semua pihak. Mengedepankan empati dan pengertian juga dapat membantu mengurangi ketegangan dan meningkatkan komunikasi antar pihak yang terlibat.

Pencegahan Konflik

Pencegahan Konflik

Untuk mencegah konflik, penting untuk membangun komunikasi yang baik, mengelola perbedaan dengan bijak, dan menciptakan lingkungan yang mendorong kerjasama dan pemahaman.

Konflik adalah bagian alami dari kehidupan manusia. Namun, ketika konflik tidak ditangani dengan baik, itu dapat menyebabkan ketegangan dan mempengaruhi hubungan antarindividu, kelompok, atau bahkan negara. Oleh karena itu, pencegahan konflik menjadi sangat penting untuk menjaga kedamaian dan keharmonisan di masyarakat.

Salah satu cara utama untuk mencegah konflik adalah dengan membangun komunikasi yang baik. Komunikasi yang efektif memungkinkan individu untuk menyampaikan pikiran, perasaan, dan kepentingannya dengan jelas dan terbuka. Dengan memiliki komunikasi yang baik, kesalahpahaman dapat dihindari, dan potensi konflik dapat diperkecil.

Manajemen perbedaan juga merupakan faktor kunci dalam pencegahan konflik. Perbedaan dalam hal agama, suku, budaya, atau pandangan politik sering menjadi sumber ketegangan di masyarakat. Namun, dengan mengelola perbedaan dengan bijak, konflik dapat dicegah. Ini dapat dilakukan dengan mempromosikan inklusi, toleransi, dan penghormatan terhadap perbedaan. Selain itu, dialog antarkelompok juga penting untuk meningkatkan pemahaman dan mengurangi konflik yang timbul karena ketidakfahaman.

Lingkungan yang mendorong kerjasama dan pemahaman juga berperan penting dalam pencegahan konflik. Ketika individu didorong untuk bekerja sama dan bekerja sama, hal ini dapat mengurangi egoisme dan persaingan yang memicu konflik. Membangun keterampilan kerja tim, mempromosikan inklusi, dan membangun kepercayaan antarindividu adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pencegahan konflik.

Selain itu, pendidikan dan kesadaran juga diperlukan dalam pencegahan konflik. Dengan menyediakan pendidikan yang inklusif dan mengajarkan nilai-nilai seperti empati, toleransi, dan perdamaian, individu akan lebih mampu mencegah konflik dan menyelesaikan masalah dengan cara yang damai.

Pada akhirnya, pencegahan konflik adalah tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Dengan membangun komunikasi yang baik, mengelola perbedaan dengan bijak, menciptakan lingkungan yang mendorong kerjasama, dan meningkatkan pendidikan dan kesadaran, kita semua dapat berperan dalam mencegah konflik dan menciptakan harmoni di Indonesia.

1. Apa yang dimaksud dengan konflik interpersonal?
Konflik interpersonal terjadi ketika terdapat ketidaksesuaian atau perbedaan pendapat antara dua individu atau lebih. Konflik ini dapat timbul di lingkungan kerja, hubungan pribadi, atau situasi-situasi sosial lainnya.

Jawaban:

Konflik interpersonal adalah ketidaksesuaian antara dua orang atau lebih yang mencakup perbedaan pendapat, nilai, atau kebutuhan. Konflik ini bisa muncul di lingkungan kerja, keluarga, atau pergaulan sosial. Untuk mengatasinya, penting untuk berkomunikasi dengan terbuka, mencari solusi yang menguntungkan semua pihak, dan berlaku empatis terhadap sudut pandang orang lain.

2. Bagaimana cara mengelola konflik di tempat kerja?
Untuk mengelola konflik di tempat kerja, penting untuk mengadopsi pendekatan yang proaktif. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain: mengidentifikasi masalah dengan jelas, melibatkan semua pihak yang terlibat, mendengarkan dengan empati, mencari solusi kolaboratif, dan menyusun rencana tindakan untuk mencegah konflik serupa terjadi di masa mendatang.

Jawaban:

Dalam mengelola konflik di tempat kerja, penting untuk mengadopsi pendekatan yang proaktif. Langkah yang dapat diambil meliputi: mengidentifikasi masalah dengan jelas, melibatkan semua pihak yang terlibat, mendengarkan dengan empati, mencari solusi yang menguntungkan semua pihak, mengkomunikasikan ekspektasi dengan jelas, dan menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan kolaboratif.

3. Bagaimana cara mengatasi konflik antara rekan kerja?
Untuk mengatasi konflik antara rekan kerja, penting untuk menjaga komunikasi terbuka dan jujur. Namun, tidak perlu terjun langsung ke dalam konflik, tetapi lebih baik mencoba untuk memahami sudut pandang masing-masing pihak. Carilah solusi yang adil dan seimbang, dan berusaha untuk memperbaiki hubungan agar lebih harmonis di masa depan.

Jawaban:

Untuk mengatasi konflik antara rekan kerja, penting bagi kita untuk tetap terbuka dan jujur dalam komunikasi. Namun, sebaiknya kita tidak terlibat secara langsung dalam konflik tersebut. Lebih baik mencoba memahami sudut pandang masing-masing pihak dan mencari solusi yang adil dan seimbang. Selain itu, upayakan memperbaiki hubungan di masa depan agar lebih harmonis.

4. Apa yang harus dilakukan jika terjadi konflik yang melibatkan atasan?
Ketika terjadi konflik yang melibatkan atasan, penting untuk tetap tenang dan menghindari menyalahkan pihak lain. Cari waktu yang tepat untuk berbicara dengan atasan secara langsung dan sampaikan perasaan dan keprihatinan dengan jelas. Cobalah mencari solusi yang saling menguntungkan dan diskusikan alternatif yang dapat dicapai.

Jawaban:

Jika terjadi konflik yang melibatkan atasan, penting untuk tetap tenang dan menghindari menyalahkan pihak lain. Carilah waktu yang tepat untuk berbicara dengan atasan dengan jelas dan terbuka. Sampaikan perasaan dan keprihatinan Anda dengan mematuhi etika. Cobalah untuk mencari solusi yang menguntungkan kedua belah pihak dan diskusikan alternatif yang memungkinkan.

5. Bagaimana cara mengatasi konflik dalam hubungan asmara?
Konflik dalam hubungan asmara tidak dapat dihindari, tetapi dapat diatasi dengan komunikasi yang baik dan pengertian antar pasangan. Penting untuk mendengarkan dan mencoba memahami perasaan serta kebutuhan pasangan. Bicarakan secara terbuka dan jujur, carilah titik kesepakatan, dan hindari melibatkan emosi yang tinggi.

Jawaban:

Konflik dalam hubungan asmara tidak dapat dihindari, tetapi harus diatasi dengan komunikasi yang baik dan pengertian antara kedua pasangan. Mendengarkan dengan penuh perhatian dan mencoba memahami perasaan serta kebutuhan pasangan adalah penting. Diskusikan masalah dengan terbuka dan jujur, mencari titik kesepakatan, dan menghindari melibatkan emosi yang tinggi.

6. Apa yang harus dilakukan jika terjadi konflik antara keluarga Anda?
Ketika terjadi konflik antara anggota keluarga, penting untuk tetap mengedepankan komunikasi yang baik. Dengarkan dengan empati dan coba pahami sudut pandang masing-masing anggota keluarga. Berbicaralah secara terbuka dan jujur, hindari menyalahkan pihak lain, dan carilah solusi yang akan menguntungkan semua pihak.

Jawaban:

Jika terjadi konflik antara anggota keluarga, yang terpenting adalah menjaga komunikasi yang baik. Dengarkan dengan empati dan berusaha memahami sudut pandang masing-masing anggota keluarga. Berbicaralah secara terbuka dan jujur, hindari menyalahkan pihak lain, dan usahakan mencari solusi yang menguntungkan semua pihak.

7. Bagaimana mengatasi konflik yang terjadi dalam tim kerja?
Untuk mengatasi konflik dalam tim kerja, penting untuk mendorong terbukanya komunikasi antar anggota tim. Buat ruang untuk pendapat yang berbeda dan jangan biarkan emosi mempengaruhi diskusi. Dalam mencari solusi, pertimbangkan kepentingan tim secara keseluruhan serta tujuan yang ingin dicapai.

Jawaban:

Untuk mengatasi konflik dalam tim kerja, penting untuk mendorong komunikasi yang terbuka antara anggota tim. Dengarkan semua pendapat dan jangan biarkan emosi menguasai diskusi. Dalam mencari solusi, pertimbangkan kepentingan tim secara keseluruhan dan tujuan yang ingin dicapai.

8. Apa yang harus dilakukan jika terjadi konflik dengan tetangga?
Jika terjadi konflik dengan tetangga, penting untuk mempertahankan sikap yang tenang dan saling menghormati. Cobalah untuk berbicara secara santun dengan tetangga tersebut, sampaikan keprihatinan atau ketidakpuasan dengan jelas. Jika tidak berhasil, pertimbangkan untuk melibatkan pihak ketiga yang objektif untuk membantu mediasi.

Jawaban:

Jika terjadi konflik dengan tetangga, perlu mempertahankan sikap yang tenang dan saling menghormati. Cobalah berbicara dengan tetangga secara baik-baik, sampaikan keprihatinan atau ketidakpuasan dengan jelas. Jika tidak berhasil, pertimbangkan melibatkan pihak ketiga yang objektif untuk mediasi.

9. Bagaimana cara mengatasi konflik yang terjadi di lingkungan sosial?
Untuk mengatasi konflik yang terjadi di lingkungan sosial, penting untuk membangun hubungan yang saling menghormati dan mendukung. Bersikap toleran dan terbuka terhadap perbedaan pendapat, serta carilah solusi yang dapat memenuhi kepentingan semua pihak. Juga, jaga komunikasi yang jelas dan terbuka.

Jawaban:

Untuk mengatasi konflik yang terjadi di lingkungan sosial, penting untuk membangun hubungan yang saling menghormati dan mendukung. Bersikap toleran dan terbuka terhadap perbedaan pendapat, dan mencari solusi yang dapat memenuhi kepentingan semua pihak. Jaga komunikasi yang jelas dan terbuka.

10. Apa yang harus dilakukan jika terjadi konflik dalam kelompok teman?
Jika terjadi konflik dalam kelompok teman, penting untuk mendengarkan dengan empati dan mencoba memahami sudut pandang masing-masing teman. Sampaikan keprihatinan dengan jelas, bersikap terbuka untuk diskusi, dan carilah solusi yang adil dan saling menguntungkan untuk semua pihak.

Jawaban:

Jika terjadi konflik dalam kelompok teman, penting untuk mendengarkan dengan empati dan mencoba memahami sudut pandang masing-masing teman. Sampaikan keprihatinan dengan jelas, bersikap terbuka untuk diskusi, dan carilah solusi yang adil dan saling menguntungkan untuk semua pihak.

11. Bagaimana cara mengatasĂ­ konflĂ­k dengan pasangan?
Dalam mengatasi konflik dengan pasangan, penting untuk berkomunikasi secara terbuka dan jujur. Mendengarkan dengan empati, menghormati perasaan masing-masing, dan mencoba mencari solusi bersama. Selain itu, belajar memahami perbedaan dan menghargai pendapat orang lain juga merupakan kunci dalam mengatasi konflik dengan pasangan.

Jawaban:

Dalam mengatasi konflik dengan pasangan, penting untuk berkomunikasi secara terbuka dan jujur. Mendengarkan dengan empati, menghormati perasaan masing-masing, dan berusaha mencari solusi bersama adalah hal yang diutamakan. Selain itu, penting juga untuk belajar memahami perbedaan dan menghargai pendapat pasangan.

12. Apa yang harus dilakukan jika terjadi konflik antara anggota keluarga besar?
Jika terjadi konflik antara anggota keluarga besar, penting untuk berlatih empati dan toleransi. Dengarkan dengan baik, hindari sikap defensif, dan cari ruang untuk diskusi yang konstruktif. Dalam mencari solusi, utamakan hubungan dan ikatan keluarga yang kuat.

Jawaban:

Jika terjadi konflik antara anggota keluarga besar, penting untuk berlatih dalam hal empati dan toleransi. Dengarkan dengan baik, hindari sikap defensif, dan ciptakan ruang diskusi yang konstruktif. Dalam mencari solusi, penting untuk menjaga hubungan dan ikatan keluarga yang kuat.

13. Bagaimana cara mengendalikan emosi saat menghadapi konflik?
Untuk mengendalikan emosi saat menghadapi konflik, penting untuk mengambil beberapa langkah. Pertama, kenali emosi yang sedang Anda rasakan. Kedua, berhenti sejenak dan bernapas dalam-dalam untuk menenangkan diri. Ketiga, cobalah berbicara dengan tenang dan fokus pada pemecahan masalah daripada menyalahkan pihak lain. Terakhir, jika perlu, berikan diri Anda waktu untuk meluangkan sejenak dan tenangkan pikiran sebelum melanjutkan diskusi.

Jawaban:

Ada beberapa cara untuk mengendalikan emosi saat menghadapi konflik. Pertama, sadari emosi yang Anda rasakan. Kedua, berhenti sejenak dan bernapas dalam-dalam untuk menenangkan diri. Ketiga, bicaralah dengan tenang dan fokus pada solusi daripada menyalahkan orang lain. Terakhir, jika perlu, ambil waktu untuk meredakan diri dan tenangkan pikiran sebelum melanjutkan diskusi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *